Home » Umum » Gejala dan Dampak Stres

Gejala dan Dampak Stres

Pernahkah Anda merasa badan tiba-tiba berkeringat dingin, lidah  menjadi kelu, serta jantung  berdebar-debar saat melakukan presentasi di depan banyak orang. Mungkin ketiga tanda tersebut merupakan stres yang Anda alami. Untuk dapat menangani stres secara lebih baik,  perlu mengenali reaksi terhadap stres, sehingga dapat memilih langkah mana yang dapat Anda lakukan.

 Setidaknya ada 50 gejala yang merupakan efek dari stres, terbagi dalam 4 kelompok , yakni fisik, kognitif, emosi dan tingkah laku, antara lain sebagai berikut :

Gejala stres yang dapat dilihat melalui efek pada  fisik, antara lain adalah gagap dalam berbicara (sulit untuk bicara), detak jantung meningkat, kepala pusing, badan gemetaran, muntah-muntah, kesulitan bernafas, kelelahan yang berlebihan, serta kesulitan tidur, sakit perut, insomnia, sakit kepala, depsresi, obesitas, demensia (menurunnya ingatan), gangguan pada sistem imun tubuh, kanker, sindrom metabolik, dll.

Menurut British Heart Foundation ada bukti yang menujukan bahwa stres terkait dengan penyakit jantung. Kolesterol tinggi, aktifitas fisik yang kurang, merokok, tekanan darah tinggi, obesitas dan diabetes terbukti menjadi faktor resiko besar timbulnya penyakit jantung termasuk stres.

Secara kognitif, efek stres yang muncul adalah berkurangnya konsentrasi, mudah lupa, munculnya pandangan yang negatif terhadap diri sendiri, kreativitas menurun, serta hilangnya kontrol pada diri sendiri.

Sedangkan secara emosi, reaksi stres yang muncul adalah mudah cemas, cepat tersinggung, mudah marah, depresi, penarikan diri pada lingkungan sosial, mudah menangis, menurunnya rasa percaya diri, serta munculnya pandangan negatif pada diri dan orang lain.

Dilihat dari tingkah laku, reaksi stres yang terlihat adalah tidak sabar, menjadi ceroboh, tidak tenang, menarik diri dari lingkungan sekitar, merokok, penurunan dan peningkatan nafsu makan, pemakaian obat-obatan terlarang, minum-minuman beralkohol, serta tingkah laku yang bersifat agresif seperti mengemudikan mobil dengan kecepatan sangat tinggi.

Para ahli dari American Academy of Neurology di Philadelphia menganalisis data dari 5.519 peserta yang berusia 21-71, dan menemukan bahwa peserta yang mengalami peningkatan sakit kepala setiap bulannya maka terjadi peningkatan stres. Temuan ini dipresentasikan dalam pertemuan tahunan American Academy of Neurology di Philadelphia.

Dari hasil yang dilaporkan oleh anggota penelitian diketahui, sebanyak 31% peserta mengalami sakit kepala seperti tertekan, mempunyai stresnya rata-rata mencapai angka 52 dari 100. 14% mengalami migrain memiliki tingkat stres 62 dari 100. Sedangkan 11% mengalami kombinasi antara sakit kepala dna migrain dengan tingkat stresnya 59 dari 100.

Data penelitian menunjukkan, pada setiap tipe sakit kepala, kenaikan tingkat stres berkaitan dengan peningkatan jumlah sakit kepala pada setiap bulan. Peningkatan 10 angka tingkat stres berhubungan dengan kenaikan 6,3 % sakit kepala tipe tekanan, 4,3 % kenaikan migrain, dan empat % kenaikan kombinasi sakit kepala dan migrain.

 

Efek Umum Stress

Pada Tubuh

Pada Perasaan

Pada Perilaku

  • Sakit kepala
  • Ketegangan atau nyeri otot
  • Nyeri dada
  • Kelelahan
  • Perubahan dalam gairah seks
  • Gangguan perut
  • Masalah Tidur
  •  Kecemasan
  • Gelisah
  • Kurangnya motivasi atau fokus
  • Lekas ​​marah
  • Kesedihan atau depresi

 

 

  • Kurang nafsu makan atau malah makan berlebihan
  • Kemarahan yang meledak ledak
  • Penyalahgunaan obat atau alkohol
  • Penarikan sosial
  • Merokok

 

Sumber: American Psychological Association

 

11,661 total views, 7 views today

About Hendry Risjawan

Trainer - Braveheart Motivator - Mind Therapist - Spiritual Coach

Check Also

Kekayaan, Kesuksesan dan Kasih Sayang

Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah, dan ia melihat ada 3 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *