Home » Umum » Mengatasi Stres

Mengatasi Stres

Seseorang tidak dapat berada dalam kondisi stres terlalu lama, karena tubuh juga memerlukan kondisi rileks. Kondisi rileks akan menyegarkan tubuh, fisik maupun psikis, sehingga tubuh lebih siap menghadapi berbagai situasi. Kondisi stres berkepanjangan, selain dapat memperburuk respon seseorang, juga dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh dan berkontribusi negatif terhadap kesehatan.

Yang terpenting dalam menangani stres adalah mengangkat atau meringankan keadaan stres tersebut. Tujuannya adalah agar seseorang dapat menghadapi situasi dalam keadaan yang lebih tenang dan rileks, yang dapat meningkatkan kualitas respon seseorang.

Banyak metode yang dapat dilakukan untuk menangani stres, salah satunya adalah Bersyukur. Bersyukur  merupakan cara yang paling ampuh dalam mengatasi stress, bagaimana tidak. karena pada umumnya orang mengalami stres karena tidak kuat dengan apa yang telah terjadi atau keadaan yang menimpanya. Dengan bersyukur kita akan senantiasa ingat bahwa segala sesuatu yang kita peroleh merupakan pemberian dari ALLAH SWT dan seyogyanya kita terima dan kita kerjakan dengan rasa ikhlas.

 

Tips Mencegah Stress:

  • Rencanakan perubahan-perubahan besar dalam kehidupan Anda dan beri waktu secukupnya bagi diri anda untuk menyesuaikan dari perubahan tersebut.
  • Rencanakan waktu Anda dengan baik dengan membuat daftar yang harus dikerjakan dan dilaksanakan sesuai urutan prioritas.
  • Buat keputusan dengan hati-hati. Pertimbangkan baik-baik sisi baik atau buruk sebelum memutuskan sesuatu.
  • Jaga kesehatan, makan dengan baik, tidur cukup dan latihan olah raga secara teratur
  • Rencanakan waktu untuk rekreasi
  • Teknik relaksasi seperti napas dalam, meditasi atau pijatan mungkin bisa membantu menghilangkan stress.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Tingkatkan makan makanan yang kaya akan karbohidrat (buah-buahan, sayuran, dan padi-padian) dan kurangi konsumsi gula dan makanan yang telah dimurnikan.
  • Kurangi konsumsi kopi, teh, dan alkohol.
  • Di pagi hari bukalah jendela kamar, dan mulailah hari Anda dengan mengambil napas dalam-dalam sambil melakukan afirmasi yang positif.
  • Pertahankan hubungan baik dengan keluarga Anda.
  • Tetap pelihara hubungan dengan teman-teman Anda.
  • Gunakan waktu Anda sebaik-baiknya dengan melakukan hobi anda atau melakukan sesuatu untuk orang lain.
  • Pertahankan agar pikiran Anda tetap aktif dengan mengikuti hal-hal yang baru.

 

Pendekatan Kecerdasan Emosional dan Spiritual

Tentu saja stres yang negatif tidak akan mengidap orang-orang yang punya kecerdasan emosional dan spiritual yang baik. Sebab, orang yang cerdas secara emosional punya kemampuan untuk mengendalikan diri, semangat dan ketekunan. Ia juga mampu memotivasi diri sendiri dan bisa bertahan menghadapi frustasi. Sanggup mengendalikan dorongan hati dan emosi. Ia tidak melebih-lebihkan kesenangan, mampu mengatur suasana hati (mood), dan menjaga agar beban stress tidak melumpuhkan kemampuan berpikir serta membaca perasaan terdalam orag lain (empati), bahkan mampu memelihara hubungan dengan sebaik-baiknya. Dengan begitu, ia punya kemampuan untuk menyelesaikan konflik. Dan yang paling penting lagi, mampu untuk berharap dan berdoa.

Sedangkan kecerdasan spiritual adalah kecerdasan untuk menghadapi persoalan makna atau value. Kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup kita dalam konteks makna yang lebih tinggi, luas, dan kaya (nilai-nilai spiritual yang bersumberkan pada Ilahiah). Kecerdasan untuk menilai bahwa suatu tindakan atau suatu jalan hidup lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain.

Berikut ini beberapa tips mengelola stress berdasarkan kedua kecerdasan tersebut.

  • Menikmati hidup dan tidak membesar-besarkan masalah secara berlebihan (proporsional).
  • Memiliki pengendalian diri (tidak membiasakan diri melepas emosi secara liar dengan berusaha mengontrolnya).
  • Terapkan konsep sabar. Sesungguhnya sabar akan menyelamatkan dari perilaku dan akibat yang tidak diinginkan.
  • Bertanggung jawab terhadap diri sendiri (tidak menyia-nyiakan waktu dan energi yang dimiliki, dengan berusaha memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dan bertujuan, terutama untuk memenuhi kebutuhan, keinginan, dan aspirasi).
  • Tidak menjadi orang yang terlalu dominan maupun penurut, tetapi jadilah orang yang asertif (yaitu memiliki kepercayaan diri dan harga diri, bertindak secara rasional dan dewasa, menyatakan secara langsung apa yang diinginkan, memiliki pendekatan yang khas terhadap hidup, jujur, positif, terbuka, serta menghargai dan memahami orang lain seperti yang dilakukan terhadap diri sendiri).
  • Berusaha melakukan sesuatu secara tulus dan ikhlas. Ketulusan akan menghindari seseorang dari kekecewaan.
  • Terlibat dalam aktifitas yang dapat menenangkan pikiran, seperti rutinitas spiritual (tilawah Qur’an, shalat, tahajud), dan terlibat dalam kegiatan sosial, mengembangkan hobi, dan rekreasi.
  • Mencintai dan menerima diri apa adanya (dengan segala kelebihan dan kekurangannya). Menerapkan konsep syukur nikmat.
  • Jangan pernah berhenti untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Ini akan menimbulkan semangat, karena ada yang ingin dicapai.
  • Berpikir positif dan menghindari berpikir negatif. Jauhi prasangka buruk, tentu saja tanpa menghilangkan kewaspadaan dan usaha klarifikasi.
  • Sadar bahwa sudah tabiat kehidupan itu ada enak dan ada tidak enaknya, karena itu hindari kecenderungan lupa diri (lalai) baik saat senang maupun saat sedih.
  • Berolah raga secara rutin.
  • Istirahat dan tidur yang cukup.
  • Makan makanan yang seimbang dan teratur, yang tentu saja halal.
  • Jika mendapat masalah yang membebani pikiran cobalah untuk berdiskusi dengan teman/rekan yang dapat dipercaya.
  • Perkaya pergaulan, dekati orang-orang yang bermental kuat dan stabil (orang-orang shalih), orang-orang ini akan menularkan biah kebaikan di saat kita stress.
  • Berusaha membuat hidup menjadi produktif, tanpa membunuh diri sendiri (jangan terlalu banyak kegiatan sehingga over loaded).
  • Luangkan waktu untuk rileks.
  • Berpelukan,kekuatan interaksi dan hubungan antar manusia, termasuk dalam urusan untuk mengurangi stres. Pelukan terbukti akan memberikan stimulasi pada tubuh untuk mengeluarkan lebih banyak hormon kimia anti-stres dalam tubuh. Sentuhan dan tekanan lembut dalam bentuk pelukan hangat akan membuat tubuh rileks seketika itu juga.
  • Mencoba menerapkan teknik relaksasi. Dalam kondisi tegang, cobalah untuk merelaksasikan fikiran dan tubuh dengan beberapa metode relaksasi sambil misalnya duduk relaks atau berbaring sambil menghirup nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya perlahan-lahan selama kira-kira 10 menit.
  • Bayangkan dan rasakan kasih sayang kita kepada seseorang dan Kasih sayang Tuhan kepada diri kita. Dengan sering merasakan kasih sayang, akan membuat emosi diri kita lebih stabil, sehingga terhindar dari stres.
  • Selalu berharap dan berdoa kepada Allah. Doa adalah ekspresi ketawakalan manusia kepada Sang Maha Pencipta, juga berfungsi sebagai penangkal frustasi. Keyakinan akan diberikan jalan keluar oleh Allah, akan mempertahankan keoptimisan, karena kita memiliki harapan.

3,820 total views, 6 views today

About Admin

Check Also

Kekayaan, Kesuksesan dan Kasih Sayang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *