Home » Umum » Mengenal Stres

Mengenal Stres

Stres adalah satu kata yang familiar bagi kita bukan? Disadari atau tidak, setiap saat kita mengalami stres, stres tidak mengenal ekonomi seseorang, tidak mengenal pekerjaan seseorang, tidak mengenal kota dan desa, pasti kita mengalaminya. Apalagi baru saja kita melewati Pemilu, dimana dengan sistem pencalonan Legislatif yang sekarang membuat banyak calon Legislatif yang gagal mengalami stres baik ringan maupun berat.

Kali ini saya akan berbagai mengenai Stres, saya yang tulis dalam tiga bagian artikel, yang pertama mengenai stres, kedua mengenal gejala dan dampak stres dan yang ketiga mengenai menghilangkan stres atau mengatasi stres.

Definisi istilah ‘stres’ berarti tekanan, dan pengertiannya dalam hubungannya dengan kondisi/kesehatan tidaklah jauh berbeda. Dan sebenarnya banyak definisi mengenai stres ini, bahkan istilah The “Stress” yang diciptakan oleh Hans Selye pada tahun 1936, mendefinisikan sebagai “respon non-spesifik dari tubuh untuk setiap permintaan perubahan”.

Stres adalah respon normal terhadap berbagai keadaan yang harus dihadapi dalam kehidupan, dimana situasi mengharuskan kita bertindak, menyesuaikan, serta menjaga segala sesuatu tetap seimbang. Stres merupakan reaksi fisik dan psikologi yang normal terhadap banyak ‘tuntutan’ dan tekanan hidup yang selalu berubah dan tidak pernah berakhir.

Ketika otak menghadapi sebuah situasi (tekanan, keadaan, tuntutan, atau apapun istilah yang anda gunakan), maka otak akan memberikan tanda kepada tubuh agar melepaskan banyak hormon adrenalin dan hidrokortison ke dalam darah, untuk memberikan tenaga atau energi kepada tubuh untuk bertindak menghadapi situasi tersebut. Secara alamiah yang kita rasakan adalah degup jantung yang berpacu lebih cepat, dan keringat dingin yang biasanya mengalir di tengkuk. Dalam kondisi stress tubuh langsung menyesuaikan diri terhadap tekanan yang datang. Ketika situasi tersebut telah berlalu, maka tubuh akan kembali pada kondisi rileks.

Pelepasan hormon adrenalin dan hidrokortison ke dalam darah sebagai ‘tenaga ekstra’ merupakan reaksi yang normal dan sangat berguna, terlebih jika berhubungan dengan fisik. Keadaan tersebut bisa memotivasi, meningkatkan kinerja dan kemampuan fisik seseorang, bahkan dapat menyelamatkan nyawa saat menghadapi situasi yang berbahaya. Namun di masa sekarang yang begitu kompleks, tekanan yang datang juga banyak yang berupa psikologis seperti tekanan pekerjaan, masalah sosial, keluarga, keuangan, dan lain sebagainya. Keadaan stres yang bertubi-tubi secara psikologis dapat membuat tubuh kelelahan secara psikis dan menyebabkan seseorang tidak dapat berpikir jernih, serta bisa berdampak pada banyak hal lainnya (interaksi sosial, kualitas hidup, kesehatan, dll).

Oleh karena itu mengelola dan menangani stres (stress management) adalah hal yang sangat penting, agar tubuh dapat selalu memberikan respon yang terbaik pada banyak situasi, baik itu fisik maupun psikis. Stres yang berlebihan dan tidak ditangani dengan baik bisa mengarah pada berbagai dampak buruk pada kehidupan seseorang, termasuk juga buruk bagi kesehatan.

Penyebab Stress

Penyebab stres (stressor) dapat dari berbagai peristiwa kehidupan manapun. Kejadian kecil dalam hiduppun dapat menjadi sumber stres yang membuat hidup anda hancur. Masalah yang muncul sebenarnya bersifat netral, hanya kitalah yang memegang peranan untuk mengubahnya menjadi hal yang bersifat positif atau negatif.

Ada banyak penyebab stres diantaranya: fisik (kuman penyakit, kecelakaan, kurang gizi), stressor kejiwaan (frustrasi, konflik, tekanan, krisis), dan ada pula stressor lingkungan/sosial budaya (kemiskinan, pengangguran/PHK, pernikahan, diskriminasi rasial, konflik agama).

Stres yang Negatif disebut Distress

Stres juga dapat diartikan sebagai reaksi tubuh kepada lingkungan melalui meningkatnya tekanan internal tubuh dan tegangan antara otot tubuh. Adanya hormon adrenalin dan hidrokortison yang dihasilkan sebagai reaksi tubuh terhadap stres bila berlebihan dan berlangsung dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan rangkaian reaksi dari organ tubuh yang lain. Penelitian di AS menemukan, enam penyebab utama kematian yang erat hubungannya dengan stres adalah penyakit jantung koroner, kanker, paru-paru, kecelakaan, pengerasan hati dan bunuh diri. Selain itu juga emosi  negatif seperti marah, kesal, dendam, perasaan bersalah, dsb dari pada menggunakan akal sehat. Dan itu akhirnya membuat seseorang merasa tidak nyaman dan dianggap sebagai hal yang bersifat negatif. Stres yang Negatif ini disebut Distress

Stres yang Positif disebut Eustress

Eustress atau stres yang positif inilah yang membuat orang menjadi lebih fokus, produktif, bersemangat dan kreatif ketika bekerja mengejar target atau tujuan yang diinginkan.

4,454 total views, 7 views today

About Hendry Risjawan

Trainer - Braveheart Motivator - Mind Therapist - Spiritual Coach

Check Also

Kekayaan, Kesuksesan dan Kasih Sayang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *